Jun
Bank Danamon tahun ini kembali bersiap melaksanakan kegiatan Danamon Award 2011, setelah tahun lalu sukses dengan tema "Semangat Bisa!". Rapat penyusunan kriteria penilaian pun dilakukan pada Senin (22/6) lalu, di Oakwood Lantai 3, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
Para juri yang berkompeten di bidangnya terdiri dari Bob Sadino (praktisi bisnis), Chairul Djamhari (Deputi Kemenkop dan UKM), Toriq Hadad (media massa), dan DR. A. Sonny Keraf (akademisi, pakar kewirausahaan), Bonaria Siahaan (YDP, Pakar CSR), Prof DR Sidharta Utama (akademisi, pakar CSR), dan Ade Swargo M (Project Manager Regional South esia Asia Swisscontact) mendiskusikan berbagai hal berkaitan dengan kriteria penilaian, bersama Zsa Zsa Yusharyahya Head of Public Affairs PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Tema Danamon Award kali ini "Tantangan Bagi Pejuang Kesejahteraan Indonesia".
Danamon Award 2011 ini menargetkan penjaringan minimal 200 nominasi baru yang belum pernah masuk dalam Danamon Award sebelumnya, atau memenangi penghargaan lainnya di Indonesia di tingkat Nasional.
"Figur yang dibidik adalah wirauasaha (entrepreneur) yang mengembangkan inisiatif pemberdayaan di sector ekonomi di pelosok Indonesia," kata Ade Swargo. "Ke lubang semut pun akan kami cari. Orangnya yang akan kita beri penghargaan, bukan lembaganya," katanya, menambahkan.
Parameter penilaian mencakup MOOS: motif (ide awal, jenis kegiatan, tujuan/motivasi/sasaran yang akan diberdayakan, bidang pemberdayaan, usaha untuk mewujudkan dan pihak-pihak yann bekerjasama dan lembaga pendanaan), outcome (kegiatan dan hasil yang telah diciptakan), outreach (jumlah dan dampak pada orang atau system yang telah diberdayakan atau diubah melalui program-program pemberdayaan yang telah dilakukan), sustainability (menilai komitmen untuk melanjutkan kegiatan pemberdayaan).
"Kekhasan dan keunikan usaha pun, sepertinya perlu, selain seberapa besar inovasi yang dilakukannya," kata Toriq Hadad mengusulkan, yang disetujui Chairul Djamhari sembari menambahkan bahwa raw material usahanya tentu bukan karena warisan orangtuanya. "Penting juga untuk penyebaran peserta di seluruh wilayah Indonesia dan melihat pula gender bias," kata Chairul Djamhari. Ia yakin, kegiatan ini bisa menjaring sebanyak-banyaknya peserta karena jika dilihat dari data BPS terdapat 52,7 juta UKM seluruh Indonesia.
Sony Keraf dan Zsa Zsa menyepakati unsur semangat memberdayakan masyarakat sekitar, laik pula menjadi ukuran. "Kegiatan ini purely social mission, dengan visi memberdayakan masyarakat (empowering others)," ujar Zsa Zsa.
Dan, Bob Sadino yang telah malang melintang sebagai pengusaha, dari tangga terbawah hingga kini berada dijajaran pengusaha teratas mengungkapkan, usaha dan orang itu sebagai satu kesatuan. "Tidak bisa dipisahkan antar keduanya, sehingga bisa dilihat secara nyata sustainability yang dimilikinya dalam menjalankan usahanya," Bob Sadino.
Bagaimana soal pemberdayaan masyarakat sekitar? Bob Sadino mengatakan, ada dua jenis, pertama bekerja untuk dirinya sendiri jika kemudian melibatkan dan membutuhkan orang lain sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, dan kedua sedari awal sudah memiliki visi untuk memberdayakan masyarakat sekitarnya.
Semangat Bisa, tentu akan masih berjalan dan terasa di Danamon Award 2011 ini, yang bermuara pada Acara Penganugerahan Danamon Award 2011 pada 27 Oktober mendatang.
